Hell Yeah Pointer 7

0
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
NARASI "PERMATA DIPELUPUK MATA"
(Lomba Artikel Desa Wisata Budaya Tegalrejo, Gedangsari)


              Hiruk pikuk kemelut dunia seakan menjadi hal wajib yang perlu ditunaikan. Beragam problematika politik seperti barang antik. Korupsi,kolusi dan nepotisme ibarat empedu yang lekat dihati. Pandangan tajam, pemikiran maju kedepan dan lantang mengatakan Negara milik kita dan harus dijaga bersama, namun nyatanya makhluk semacam itulah yang jadi penghancur utama Negara. Banyak yang terlena akan nama dan gelar yang disandangnya, tak sedikit yang angkuh dan memandang yang lain hina. Tingkat kemiskinan kian bertambah namun aksi nyata tak sesegera diubah. Pendampingan, pelayanan dan pengarahan dibutuhkan, tetapi proses dipersulit, jatuh sakit dan kehidupan pun lamban bangkit. Makhluk pernah berputus asa, jiwa-jiwapun kehilangan arah geraknya. Kota tua yang tak diragukan lagi eksistensinya, sudah menyerah memperbaiki ini semua. Mentari itu takkan terlihat lagi dan harus rela akan kekacauan bumi. Senja kehilangan keelokannya berubah rundungan nestapa yang akan lama melumpuhkan raga.

            Mungkin semacam inilah yang dulu dirasakan desa tua diujung sana. Keprihatinan yang begitu mendalam akan keadaan universal Negara dan ketakutan jika suatu saat ia akan dituntut pergi karena tiada guna lagi. Dianggap sebelah mata, dan memang belum ada bukti nyata menambah kekhawatirannya. Jangankan berkontribusi untuk Dunia, dianggap ada saja seakan hal mustahil dan cukup menjadi asa. Sudah lama ingin bangkit, namun rintangan semakin sulit. Kuat keinginan untuk bergerak, namun belum tau arah gerak. Sadar bahwa hidup bukanlah sekedar hidup, namun belum bisa mengoreksi makna hidup. Potensipun sejatinya telah dimiliki, namun untuk menajamkannya ia tak bisa sendiri.

            Tegalrejo, Gedangsari sebuah Desa yang dulu dikenal akan kekurangan airnya, seperti permata dipelupuk mata, berharga namun belum banyak yang mampu memandang. Kini telah berhasil membuka mata dunia bahwa tak bisa dilirik sekilas saja. Surya dari timur bernama ASTRA dengan sistem Connecting dan menerapkan konsep Eskalator (mempersiapkan anak didik menjadi pengusaha untuk membangun daerahnya),berhasil bersinergi dengan masyarakat dan menjadikan Tegalrejo Gedangsari sebagai Desa Budaya serta Batik Gedangsari sebagai icon utama. Hal ini seakan menjadi jawaban dari apa yang pernah dirasakan masyarakat. Tentang pengangguran, kemiskinan, kesengsaraan yang belum teratasi, dan tentang harapan, keinginan, cita-cita, yang belum ter-realisasi.



            Berpadu akan indahnya flora, dan berbaur anggunnya fauna, menjadi inspirasi tersendiri guna menggoreskan malam diatas kain suci. Menikmati proses dengan canda dan tawa ciri kerukunan redam tiada. Senyum ikhlas para pecandu karya entaskan keraguan yang dulu pernah saling sapa. Lambaian kain menunggu kering, merayu konsumen untuk tau indahnya hasil canting. Alami warna sengaja digunakan, pertanda kepedulian terhadap lingkungan. Motif Campursari gedangsari, Line srikaya, Mix bamboes sweet, Gedang belukar, Ratu gedang sari, dan Pring seling serikaya adalah karya mereka. Dari alam dan harus kembali pada alam. Pemanfaatan limbahpun bukan hal yang terlalu sulit difikirkan. Masih ada bunga dahaga dan pohon yang butuh tenaga untuk kelangsungan hidupnya, sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia. Dan tentang Gapura bertuliskan “Rintisan Desa Wisata Budaya” sudah menjadi hal yang pantas untuk disandang. 
Para buruh, dengan gagahnya berubah jadi pengusaha, karena 4 pilar ASTRA yang begitu luar biasa di iringi dengan pembentukan KBA (Kampung Berseri Astra) dan perlu dikaji guna pengetahuan bersama.

1. Pendidikan


Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”. Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan. Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang. Di bidang Pendidikan, Astra berushaa menjaring sekolah-sekolah didaerah Gedangsari guna tercapainya pilar pendidikan yang pertama ini. Adapun sekolah binaan ASTRA di Kecamatan Gedangsari antara lain 6 SD, 1 SMP dan 1 SMK khususnya jurusan tata busana. Pengetahuan tentang bahan warna Alami seperti pace, ubi jalar, jati, daun mangga, manggis dan memanfaatkan alam untuk hal tersebut menjadi bentuk keberhasilan Desa ini dipilar akademik/Pendidikan.

2. Kewirausahaan



Dikutip dari Rumus.co.id Kewirausahaan adalah perilaku dan kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang bisa bermanfaat dan memiliki nilau jual. seorang yang memiliki semangat, sikap perilaku dan kemampuan kewirausahaan disebut dengan wirausaha. Program inilah yang merupakan pokok dari tujuan ASTRA maupun masyarakat Tegalrejo,Gedangsari. Menjadi seorang pengusaha, dan tidak ketergantungan dengan UKM lain demi meningkatkan perekonomian keluarga pada khususnya dan perekonomian daerah pada umumnya. Sudah dibuktikan, bawasannya Batik Tegalrejo merupakan usaha utama yang digeluti oleh masyarakat. Disamping itu, dari sisi Kuliner, Paket wisata batik, maupun Homestay juga memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas masyarakat di bidang Kewirausahaan ini.

3. Lingkungan

Makna daripada lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan akan memberikan kemanfaatan apabila sikap dan perilaku kita terhadapnya baik. bukan sekedar menggunakan dan berpangku tangan, apapun yang terjadi atau berdalih "ini kan takdir alam" tanpa mau menjaga dan merawatnya. Berbaur dengan lingkungan dan membidik potensi-potensi baru guna menghasilkan hal baru yang akan bermanfaat adalah fokus utama pilar ketiga ini. Di Desa Tegalrejo, untuk pemanfaatan lingkungan sendiri ada beberapa program yang dicanangkan seperti penanaman sirsak,pepaya,bunga dan pembuatan pupuk organik cair yang memanfaatkan sampah organik sebagai bahan utama. Hal ini tentu akan menjadikan lingkungan di Desa Tegalrejo menjadi terkondisi dengan baik serta lahan yang tadinya kurang bermanfaat menjadi lebih bisa dimaksimalkan kemanfaatannya.

4. Kesehatan

Tidak bisa dipungiri bawasannya kesehatan adalah aset yang paling berharga bagi manusia. Meski kadang ketika diberikan kesehatan, tak sedikit yang cenderung melupakan nikmat ini. Akan tetapi, banyak orang yang ketika diberi sakit, ia rela mengeluarkan uang ratusan bahkan jutaan rupiah demi meraih kembali kenikmatan sehat tersebut. "Lebih baik mencegah daripada mengobati". inilah jargon yang dipegang oleh masyarakat Gedangsari. dengan program kesehatan ini, masyarakat diberikan pembekalan terkait pola hidup sehat dengan program sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan khususnya bagi balita dan lansia. Sungguh luar biasa bukan? 
                                   (Peta konsep program-program KBA Tegalrejo/ Infografis oleh www.kangmasroer.com)

            Akhir kata, banyak yang memiliki mimpi sama, namun kurang usaha. Banyak yang berusaha namun kurang dalam hal konsistensi, dan banyak yang konsisten namun kurang dalam hal pelayanan,sosialisasi dan pembinaan. Tegalrejo,Gedangsari telah berhasil memadukan unsur tersebut kedalam suatu wadah yang bagus, sehingga menghasilkan suatu sajian yang luar biasa. Bukan hanya soal rasa, namun juga tercipta kesejukan dan keteduhan sukma ketika berjibaku dengannya. Bukan untuk sombong hingga hilang semangat gotong royong, bukan pula untuk angkuh karena yang angkuh pasti terjatuh. Memotivasi dan berbagi kepada kami yang belum mengerti, hingga kelak akan mucul Tegalrejo baru dan Gedangsari baru demi kemajuan ibu pertiwi, khususnya kabupaten Gunungkidul Handayani.

Besar harapan kami agar inovasi-inovasi baru terus muncul hingga anak cucu lebih bisa menikmati hal yang jauh daripada saat ini. Mati tanpa meninggalkan hal baik hanya akan dikenang nama, ditelan waktu kemudian lupa. Namun, ketika dari sekarang menanam hal-hal positif, terlebih bermanfaat untuk orang lain, maka pahala akan terus mengalir mengiringi langkah perjalanan kita menuju Jannah-Nya.

Ditulis: Muchlis Fatahilah

02 Maret 2020




@kbagedangsari @paguyubankba

#KBAGedangsari #DesaBatikTegalrejo

Posting Komentar

 
Top