“RESTUMU”
Kini, ku berjibaku akan
anganku
Berjalan sedih,
melangkahpun perih
Tak sedikit manusia
menyapa penuh hina
Tak jarang insan
berkata, bukan tentang puja
Ribuan tatap ragu
dengan doktrin aku tak
mampu
Bahkan, sekedar
menggapai secercah mentari
atau mendamba sejuknya
embun pagi
Aku ingin menyerah,
namun senyum ibu mantapkan langkah
Aku terperdaya kata
orang, ayahpun membentak, kamu harus jadi orang
Mulailah kuberdamai
akan asa besarku
Membuka mata menatap
dunia
Hidup yang sekedar
hidup bukanlah hidup
Restumu jadi bekal
proses panjangku
Dan semoga hal baik
berpihak padaku.


Posting Komentar