“Tak Usah Panik, Corona tidak jauh beda dengan Putus Cinta”
Beberapa bulan terakhir ini, dunia dihebohkan dengan munculnya virus yang penyebarannya begitu cepat khususnya didaerah ditemukannya virus ini pertama kali yaitu di Wuhan,Cina. Bahkan belakangan ini diketahui sudah menyebar ke 77 Negara di Dunia termasuk Indonesia. Banyak statement baru yang muncul berkenaan virus tersebut. Tak sedikit pula yang berpendapat bawasannya virus ini muncul akibat faham komunis Negara Cina yang tidak memiliki aturan sama sekali dalam hal mu'amalah. Selama menurut mereka kajian mereka baik, dilakukan. Termasuk dari segi bahan makanan yang dikonsumsi dinegara tersebut. Muncul lagi pendapat, bahkan dari ustadz ternama bawasannya hal tersebut ada dikarenakan Adzab daripada Allah SWT kepada Negara tersebut.
Argumen yang menurut penulis pribadi mengandung unsur provokatif. Sebab, kita sebagai sesama manusia tak selayaknya mendoktrin sesuatu, menyimpulkan sesuatu yang jelas-jelas merupakan hak preogratif Allah SWT. Dikhawatirkan apabila hal ini terus bermunculan, yang ada bukan Ibrah yang didapat daripada kejadian tersebut, melainkan fitnah-fitnah baru. Meskipun pada nyatanya hal tersebut benar, namun bukan berarti kita dibenarkan untuk seyakin dan secepat itu dalam menghakimi sesuatu. Perlu diketahui pula, bawaannya Negara yang terjangkit virus corona tak semuanya berfaham komunis. Bahkan Arab Saudi pun, yang kita ketahui banyak orang-orang muslim hebat, tempat kelahiran Nabi dan lain sebagainya, kini menutup akses kunjungan luar Negeri sebagai upaya Ikhtiar mereka menghadapi virus Covid 19 atau Corona ini. Lantas, apakah kita juga akan menyebut bahwa Arab Saudi adalah Negara Komunis dan banyak kemaksiatan yang terjadi disana?
Secara garis besar, mencuatnya virus Corona ini tidak terlalu berbeda dibandingkan dengan ujian-ujian Allah SWT lain. Seperti halnya kita diuji dengan kekurangan harta, diuji dengan kenikmatan dunia, atau mungkin diuji Allah dengan dijauhkan dari orang-orang yang kita cinta. Jika kemudian muncul pertanyaan, “tapi kan ini menyangkut tentang nyawa?”. Pada kenyataannya banyak yang kehilangan nyawa karena ia tak lolos akan ujian Allah SWT. Sebagai contoh tentang anak muda yang mengakhiri hidupnya hanya dikarenakan putus cinta, Seorang yang depresi karena keinginannya tak terwujud kemudian meninggal dunia. Bukankah itu juga tentang nyawa? Maka dari itu, sebagai seorang yang beriman, ikhtiar itu perlu, namun juga dengan cara yang sewajarnya. Ada 2 bentuk ikhtiar yakni yang pertama adalah ikhtiar dengan hal-hal duniwiah seperti menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, memakai masker, meminum obat dan lain sebagainya. Namun, semua itu tak akan cukup tanpa ikhtiar yang kedua yakni dengan memperbanyak mendekatkan diri dan berdo’a kepada Allah SWT. Mengapa ini juga disebut bentuk ikhtiar? Ya. Karena Allah SWT berjanji, sesiapapun yang memohon kepadanya pasti akan dikabulkan. Termasuk ketika kita memohon untuk dijauhkan dari barbagai macam penyakit. Jangan terlalu sibuk dengan upaya dunia, hingga melupakan hal tersebut, karena pada dasarnya ketetapan terhadap sesuatu hanyalah Allah yang memiliki hak. Percuma ketika kita terlalu disibukkan dengan usaha dunia, namun Allah menghendaki hal lain, kita tidak akan mampu berbuat apa-apa lagi termasuk menolaknya.
Maka dari itu, mari kita sikapi musibah ini dengan sewajarnya saja tanpa harus menyudutkan pihak-pihak tertentu dan menyimpulkan perihal yang masih abu-abu. Tak usah panik, karena dengan kepanikan inilah nantinya daya tahan tubuh menurun, kemudian mudah terserang berbagai macam penyakit, termasuk Corona. Terakhir, tetap lakukan hal-hal positif dan jangan menggunakan kesempatan ini untuk kepentingan pribadi seperti halnya penangkapan polisi terkait penimbunan masker, cairan cuci tangan dan sebagainya. Jika perlu, lakukan hal yang bermanfaat dan membantu, seperti halnya hadist nabi Muhammad ”Barang siapa yang memudahkan orang yang kesusahan maka Allah memudahkannya di dunia dan di akhirat.”.
Semoga kita termasuk orang yang bisa mengambil nilai positif dari setiap kejadian, dan semoga Allah SWT akan mempermudah segala urusan kita, baik didunia maupun di Akhirat. Aamiin.
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّئِ الأَسْقَامِ [رواه أبو داود 1554]
"Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan dari penyakit-penyakit yang mengerikan." [Riwayat Abu Dawud no. 1554]
Ditulis:Muchlis Fatahilah
07 Maret 2020
Beranda
»
corona pencegahan ingat allah ikhtiar sukses
» “Tak Usah Panik, Corona tidak jauh beda dengan Putus Cinta”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Posting Komentar