Siapa
sih yang nggak kenal dengan Jenderal Purn. Luhut Binsar Panjaitan?. Beliau
adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI periode 2019-2024.
Tidak hanya itu, Pak Luhut kerap kali ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk
melaksanakan tugas penting negara. Banyak yang menyebutnya dengan menteri serba
bisa. Tidak heran, jika netizen
menyematkan kata “lord” di depan namanya. Dalam dua tahun terakhir saja,
setidaknya ada empat tugas penting yang harus diselesaikan menteri multitalent
ini. Tugas tersebut antara lain: Koordinator PPKM Jawa-Bali, Ketua Dewan
Pengarah Penyelamatan Danau Nasional, Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan
Indonesia dan baru-baru ini ia juga ditunjuk sebagai Ketua Komite Kereta Cepat
Jakarta-Bandung. Tak hanya itu, lord Luhut juga dikenal dengan pejabat
pemerintah yang memiliki bisnis batu bara.
Melihat berbagai amanah dan kesibukan
lord Luhut, sulit rasanya untuk tidak membayangkan betapa banyak kekayaan
menteri yang sering dituduh sebagai “anthek cina” ini. Hasil browsing
di IDXChannel, total kekayaannya mencapai 745 Miliar. Angka yang cukup
fantastis jika dibandingkan dengan uang jajan mahasiswa yang masuk alfamart
masih terbebani oleh harga plastik, hehe.
Terlepas dari berbagai bayangan indah tersebut, pernah nggak sih kita
membayangkan bagaimana sibuk, repot dan pusingnya menjadi seorang LBP?
Pertanyaan ini mungkin cukup membuat kita tersenyum ketika mengingat berbagai
keluhan mengenai tugas kuliah, organisasi dan pekerjaan kecil setiap harinya.
Terlepas
dari berbagai kontroversi beliau, apakah kita hari ini sudah siap ketika tiba-tiba
mendapat “kutukan” menjadi lord Luhut?. Tidak perlu jauh-jauh berbicara
mengenai bagaimana mengelola negara, investasi dan bisnis. Urusan chat whatsapp
saja, rasanya kita perlu bersyukur dengan diri kita saat ini. Bayangkan saja,
menjadi seorang menteri dengan berbagai tugas dari presiden dan bisnis pak
Luhut, berapa banyak surat, chat, dan DM yang ditujukan untuk beliau. Padahal
kita yang belum jadi apa-apa ini sering kali terbebani ketika dihadapkan dengan
whatsapp group, google form, dan undangan rapat yang sebenarnya tidak
menghabiskan waktu lima menit untuk sekadar mengisi atau mengkonfirmasi
kehadiran.
Seorang
teman pernah berkata “Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya”.
Entah ini relate atau tidak yang
pasti semua bayangan kita hari ini mengenai kesuksesan dan kemapanan hidup
orang lain, harus dikembalikan pada kesiapan diri kita menghadapi kesuksesan
dan kemapanan tersebut. Masa untuk menghadapi sulit sinyal,
laptop ngelag, ditambah kebiasaan
dosen merubah jadwal seenaknya akan diisi dengan orang yang masih malas-malasan
dan bangun kesiangan. Sedangkan masa untuk mengurus tugas negara akan diisi
dengan orang yang memiliki management waktu yang baik, disiplin dan tentunya
jam terbang yang tinggi. Dua masa yang berbeda dengan dua karakter orang yang
berbeda ini akan sulit jika ditukar posisinya. Biarkan semua berjalan sesuai
takaran dan porsi masing-masing. Sembari menunggu masa yang kita harapkan, ada
baiknya kita isi dengan persiapan. Mulai dari hal kecil seperti datang tepat
waktu, bersikap sopan didepan orang, serta membiasakan mengucap kata tolong dan
terima kasih. Sehingga ketika nanti “kutukan” menjadi lord Luhut ternyata benar-benar
ada, kita sudah mempersiapkan semuanya.
Posting Komentar