Hell Yeah Pointer 7

0

Siapa sih yang nggak kenal dengan Jenderal Purn. Luhut Binsar Panjaitan?. Beliau adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI periode 2019-2024. Tidak hanya itu, Pak Luhut kerap kali ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk melaksanakan tugas penting negara. Banyak yang menyebutnya dengan menteri serba bisa. Tidak heran, jika netizen menyematkan kata “lord” di depan namanya. Dalam dua tahun terakhir saja, setidaknya ada empat tugas penting yang harus diselesaikan menteri multitalent ini. Tugas tersebut antara lain: Koordinator PPKM Jawa-Bali, Ketua Dewan Pengarah Penyelamatan Danau Nasional, Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan baru-baru ini ia juga ditunjuk sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Tak hanya itu, lord Luhut juga dikenal dengan pejabat pemerintah yang memiliki bisnis batu bara.

           Melihat berbagai amanah dan kesibukan lord Luhut, sulit rasanya untuk tidak membayangkan betapa banyak kekayaan menteri yang sering dituduh sebagai “anthek cina” ini. Hasil  browsing di IDXChannel, total kekayaannya mencapai 745 Miliar. Angka yang cukup fantastis jika dibandingkan dengan uang jajan mahasiswa yang masuk alfamart masih terbebani oleh harga plastik, hehe. Terlepas dari berbagai bayangan indah tersebut, pernah nggak sih kita membayangkan bagaimana sibuk, repot dan pusingnya menjadi seorang LBP? Pertanyaan ini mungkin cukup membuat kita tersenyum ketika mengingat berbagai keluhan mengenai tugas kuliah, organisasi dan pekerjaan kecil setiap harinya.

Terlepas dari berbagai kontroversi beliau, apakah kita hari ini sudah siap ketika tiba-tiba mendapat “kutukan” menjadi lord Luhut?. Tidak perlu jauh-jauh berbicara mengenai bagaimana mengelola negara, investasi dan bisnis. Urusan chat whatsapp saja, rasanya kita perlu bersyukur dengan diri kita saat ini. Bayangkan saja, menjadi seorang menteri dengan berbagai tugas dari presiden dan bisnis pak Luhut, berapa banyak surat, chat, dan DM yang ditujukan untuk beliau. Padahal kita yang belum jadi apa-apa ini sering kali terbebani ketika dihadapkan dengan whatsapp group, google form, dan undangan rapat yang sebenarnya tidak menghabiskan waktu lima menit untuk sekadar mengisi atau mengkonfirmasi kehadiran.

Seorang teman pernah berkata “Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya”. Entah ini relate atau tidak yang pasti semua bayangan kita hari ini mengenai kesuksesan dan kemapanan hidup orang lain, harus dikembalikan pada kesiapan diri kita menghadapi kesuksesan dan kemapanan tersebut. Masa untuk menghadapi sulit sinyal, laptop ngelag, ditambah kebiasaan dosen merubah jadwal seenaknya akan diisi dengan orang yang masih malas-malasan dan bangun kesiangan. Sedangkan masa untuk mengurus tugas negara akan diisi dengan orang yang memiliki management waktu yang baik, disiplin dan tentunya jam terbang yang tinggi. Dua masa yang berbeda dengan dua karakter orang yang berbeda ini akan sulit jika ditukar posisinya. Biarkan semua berjalan sesuai takaran dan porsi masing-masing. Sembari menunggu masa yang kita harapkan, ada baiknya kita isi dengan persiapan. Mulai dari hal kecil seperti datang tepat waktu, bersikap sopan didepan orang, serta membiasakan mengucap kata tolong dan terima kasih. Sehingga ketika nanti “kutukan” menjadi lord Luhut ternyata benar-benar ada, kita sudah mempersiapkan semuanya.


Posting Komentar

 
Top