Hell Yeah Pointer 7

1

Hati

Oleh : Muchlis fatahillah

Banyak yang menyebutkan bawasannya hati adalah tempat bermuara seluruh anggota tubuh, jika hati baik maka baiklah seluruh amalannya dan begitu pula sebaliknya, jika hati bermasalah, apapun itu. Pasti akan ada timbul hal-hal negatif lain didalam anggota tubuh. Maka berbagai persoalan yang kerap ramai belakangan ini ialah persoalan hati. Seperti tak ada habisnya jika ini dibicarakan dan tak ada ujungnya bila diumbar.  Padahal ketika kita faham betul hakekat hati dan hakekat si pemilik hati maka jutaan lagu kiasan yang sering kita dengar, dan syair patah yang kerap di suarakan, takkan sespesifik itu. Bagai tak ada solusi dan dan terkesan begitu meratap akan realnya keadaan. Apakah bangsa yang besar, pemuda yang diharap bisa meneruskan estafet perjuangan tokoh-tokoh hebat terdahulu, harus dihentikan dengan masalah-masalah umum yang terlalu dibesar-besarkan? Apakah ini sebuah revolusi mental yang selama ini menjadi andalan ternyata hanya sebuah bualan? Sadar diri, sadar posisi itulah yang seharusnya menjadi pedoman derap langkah pemuda.
 Sudah menjadi keharusan untuk sadar bahwa amanah besar telah diwariskan pada diri seorang pemuda. Akan berjalan dengan baik dan menghasilkan yang baik-baik apabila kualitas penggeraknya juga jauh lebih baik. Tak bisa kendaraan yang berbody ramping, berwarna terang mengilap bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya mesin penggerak. Tak bisa pohon tumbuh, berbunga dan berbuah tanpa adanya akar yang menyerap makanan dan daun yang melakukan proses fotosintesis. Begitulah kiranya peran pemuda terhadap Bangsa dan juga Agama. Harus sadar dan harus  bisa memposisikan sebagai akar,daun ataupun angin segar yang memberi kehidupan. Apakah hal tersebut sudah berhasil kita tuangkan menjadi amal.? Kembali lagi kita ingat bawasannya muaranya adalah pada hati.
Memang melakukan hal baru itu tidak mudah, banyak hal melintang yang jelas menjadi halangan, tangis dan derita, yang menuntut untuk pasrah saja. namun bukan berarti kita tidak bisa bukan? Banyak hal-hal yang mampu kita lakukan, disamping meratapi sesuatu yang telah lalu, menangisi sesuatu yang telah pergi dan menyesali sesuatu yang tak mampu kita miliki. Apakah semua bisa kembali.? Jawabannya akan kita peroleh dengan apa yang kita lakukan untuk masa depan.  Kembali bangkit,  dan rubah arak gerak pemikiran kita.



Yogyakarta,
12 Februari 2020

Muchlis Fatahilah


Posting Komentar

 
Top