Hell Yeah Pointer 7

0
Bila kita pelajari lebih dalam atas apa sebenarnya makna diri, pasti yang terlintas adalah kata aku ya aku dan bukan kamu, atau mungkin ini aku dan aku bangga menjadi aku. Namun, pada nyatanya itu hanyalah terhenti pada kata. Kita yang dikaruniai rasa malu, kita yang diberikan rasa canggung dan kita yang dianugrahi harga yang tak bisa dan tak mungkin ada satu bandrol yang layak untuk dipasang dan digantung pada diri kita, kadang lupa bawasannya perihal tersebut belum mampu kita terapkan atas diri kita masing-masing.
Kita masih terlalu sibuk mendengarkan kata orang, terlalu sering berubah demi orang atau bahkan berkorban demi orang. Pada dasarnya, hal itu tidaklah menjadi masalah apabila kita niatkan karena Allah untuk bisa  bermanfaat demi orang lain.
Akan tetapi kebanyakan dari kita lupa atas hak hak apa yang seharusnya kita beri untuk diri sendiri, jangan dikira hal ini tidak penting. Banyak orang yang depresi karena perkataan orang lain, banyak diantara kita yang tak bangga menjadi diri sendiri disebabkan orang lain. Terus memaksakan diri demi menjadi seperti oranglain. Padahal perihal tersebut jelas akan menjadi beban yang tak tau kapan akan sampai ke titik akhir.
Dikalangan remaja, sering sekali kita dengar istilah BUCIN (Budak Cinta). hal inilah yang secara tidak langsung adalah implementasi bawasannya kita kurang dalam hal menghargai diri.
 melakukan apapun demi seorang yang ia puja, berkorban bahkan ber air mata. yang lebih ironis lagi ia memberikan sesuatu yang paling berharga atas dasar cinta. apakah ini yang disebut menghargai diri sendiri? jika benar ia menghargai dirinya, memiliki kasih sayang akan dirinya dan memperhatikan dirinya sendiri, pasti ia akan sekuat tenaga menjaga dirinya dan nama baiknya Bukan malah menghinakan
Terakhir, kamu akan lebih dihargai dan pasti dihargai oranglain, ketika kamu mampu untuk menghargai diri kamu sendiri. Friends “KAMU MAHAL“

ditulis : Muchlis Fatahilah ( 18 Februari 2020 )

Posting Komentar

 
Top